|
Matra Taekwondo School: Bermain sambil Berolahraga
Mens sana in corpore sano. Maknanya kira-kira, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Bagaimana mengenalkan peribahasa tersebut kepada anak-anak? Tanyalah kepada Andre Tuwaidan. Menurut Director & Head Instructor Matra Taekwondo School, berlatih taekwondo bukan sekadar untuk bisa memukul, menangkis dan menendang. Juga bisa dimanfaatkan untuk pembiasaan pola hidup sehat dan menjadi pribadi yang mampu mengendalikan diri sendiri.
Aman dan Banyak Game
Harus dakui, sebagai kegiatan fisik, latihan taekwondo memang kerap dipandang tak aman buat anak. Namun Andre meyakinkan bahwa jika dilakukan secara benar, latihan beladiri ini bukan merupakan masalah buat anak.
Itulah mengapa di lembaga ini, sambungnya, pola latihan juga disajikan sedemikian rupa untuk memancing anak "keluar" dari rasa malas dan frustrasi karena kecepatannya yang terbatas. Misalnya, latihan memakai kicking pad, yakni berupa bantalan yang fungsinya sebagai alat bantu sasaran pukulan atau tendangan. Alat ini sepenuhnya dikendalikan pelatih sehingga kecepatan yang diberikan bisa disesuaikan kemampuan anak. Selan itu, anak juga wajib menggunakan alat pelindung sehingga risiko cedera karena benturan sangat kecil terjadi – terutama saat sparring.
Pekerjaan utama anak adalah bermain. Ini pun dipahami benar oleh Matra. Karenanya latihan diselingi banyak game. Contoh, untuk melatih kecepatan secara umum digunakan latihan sprint jarak pendek dan berulang. “Nah, agar anak tak bosan, sprint kami rekayasa dengan game yang dinamai "tag-fight", "duck-duck-goose" atau"Indian run". Game tersebut mempunyai prinsip yang sama yakni berlari setelah ada aba-aba,” jelas Ketua Taekwondo se-Kotamadya Jakarta Selatan ini.
Tiga Progam
Saat ini program yang ditawarkan pusat latihan taekwondo yang terletak di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan ini, antara lain "Taekwondo4KIDS". Program ini disiapkan buat anak yang dapat diikuti di pusat latihan dan sekolah. Ada pula program "TaekwondoCamp" yang dilaksanakan saat liburan. Terakhir, "TaekwondoGame", yakni pengenalan kompetisi taekwondo khusus anak usia 4-15 tahun.
Pelatihan dibagi dalam beberapa bagian. Kelompok 1 (Usia 4-6 tahun), Kelompok 2 (6,1- 10 tahun) dan Kelompok 3 (10,1-15 tahun). Rasio pelatih dan siswa adalah 1 : 5 untuk Kelompok 1 dan 1 : 8 untuk Kelompok 2 dan 3. Seluruh pelatih yang ada di Matra adalah pelatih full-timer. Menurut Andre, itu dilakukan karena hanya dengan komitmen dan kebanggaan atas profesilah, lembaga ini bisa menjawab kepercayaan orangtua. Selain memberi instruksi dan memberi contoh gerakan, pelatih dibekali juga dengan keterampilan untuk selalu mendorong siswa menggunakan alat beladirinya yang terpenting, yakni "otak". Maksudnya? Ya, anak juga diajarkan kapan menggunakan taekwondo sebagai alat membela diri dan kapan pula menggunakan otak atau kecerdasan untuk bisa keluar situasi yang tak nyaman.
|