| Q & A Kids Behaviour |
|
 |
| |
Si Kecil Suka Usil
Putra saya, Abi (5 tahun), sangat iseng atau usil pada siapa pun. Terkadang tanpa sebab dia menggigit atau memukul orang lain. Anehnya, setelah itu dia pergi tanpa pernah merasa bersalah. Berbagai cara sudah saya lakukan supaya dia tak mengulangi lagi, tapi yang keluar malah kata-kata yang jelek. Bu Romi, kenapa ya anak saya berperilaku seperti itu? Adakah yang salah dengan pola asuh yang kami berikan kepadanya? Bagaimana pula menghentikan perilaku isengnya itu? Terus terang, saya takut bila perilaku isengnya itu keterusan hingga dewasa.
Murni, Jakarta
Ibu Murni yang berbahagia, perilaku iseng atau usil memang suka dilakukan anak-anak. Namun bila keisengan sudah merugikan atau mengganggu orang lain, tentu perlu mendapat perhatian yang lebih besar. Anak-anak seusia Abi biasanya belajar tentang sesuatu melalui modeling atau meniru. Karena itu bila Abi kerap usil pada orang lain, bisa jadi karena ia sering melihat perilaku tersebut -- baik secara nyata maupun melalui media televisi.
Nah, coba Anda perhatikan lebih cermat lagi, apakah memang ia sering melihat perilaku tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Bila benar, ada baiknya Anda segera meminimalkan kebiasaannya itu. Misalnya, kalau hal itu sering dilihat di televisi, batasi atau larang anak untuk melihat perilaku tersebut dengan cara mengalihkannya pada kegiatan lain. Begitu juga bila ternyata ada ’model’ atau orang lain yang melakukan hal yang sama, Anda perlu berkomunikasi dengan orang tersebut agar jangan melakukannya di depan Abi.
Anda juga perlu memberi penjelasan kepada Abi tentang tingkah lakunya tersebut. Dengan bahasa yang sederhana, beri pemahaman bahwa ia tak boleh menggigit atau memukul orang lain. Jelaskan juga konsekuensi yang akan diperoleh bila ia melakukan hal tersebut. Contohnya, ia akan sulit berteman karena tidak ada yang mau bermain dengannya, atau ia akan dipukul juga oleh orang lain. Selain itu, bila Anda atau siapa pun yang melihat Abi memukul atau menggigit orang lain, ajarkan ia untuk segera meminta maaf saat itu juga. Dengan demikian ia akan memahami bahwa itu adalah perilaku yang tidak baik.
Tak ada salahnya pula bila Anda mengajarkan Abi untuk dapat berekspresi dengan tepat. Bila Abi menginginkan sesuatu, misalnya, ajarkan bagaimana sebaiknya ia harus mengatakan keinginannya tersebut. Hal ini dilakukan agar ia tidak menggunakan cara yang tidak tepat seperti memukul atau mencubit teman sebaya agar mau bermain dengannya.
Ibu Murni, sebaiknya Anda tidak perlu terlalu khawatir tentang keisengan Abi. Cobalah untuk melakukan beberapa saran di atas, kemudian buatlah beberapa aturan main di rumah agar ia terbiasa. Jangan lupa, bersikaplah konsisten dengan semua peraturan yang sudah Anda buat. Selamat mencoba!* |