Antingnya Dipakai Ya, Sayang..
Baru saja dikaruniai seorang bayi perempuan? Satu hal yang seringkali menjadi "paket " yang langsung dilakukan ketika dikaruniai si upik adalah menindik telinganya.Suasana bahagia sedang menaungi pasangan Kania dan Febrianto. Pasangan muda ini baru saja dikaruniai seorang bayi perempuan mungil beberapa hari lalu. Nama Firsha menjadi pilihan panggilan untuk putri pertama mereka. Wajahnya yang lucu sekilas tampak seperti bayi lelaki. Tampaknya hal ini pulalah yang membuat Kania langsung ingin memakaikan Firsha sepasang anting mungil.
“Selain biar tidak dikira bayi lelaki, lagipula sepertinya sih lebih baik ditindik dari bayi. Saya saja bersyukur dulu ditindik dari bayi, soalnya terbayang ngilunya kalau sudah besar baru ditindik,” aku Kania.
Tiga bulan kemudian sepasang anting berbentuk bulat mungil dari emas sudah menempel di telinga bayi cantik tersebut. Manajer HRD di sebuah perusahaan penerbitan ini pun berkisah kembali, “Sempat tidak tega juga awalnya waktu melihat dia ditindik. Firsha nangis menjerit-jerit. Waktu ditindik usianya sudah lebih dari sebulan, dan kata susternya karena telinganya sudah keras, jadi untuk ditindik mesti ditembak. Jadi anting yang dipakai memang dari rumah sakitnya. Setelah sebulan, barulah diganti anting emas.”
TRADISI & IDENTIFIKASI
Menindik kuping sudah menjadi tradisi turun menurun sejak lebih dari 6000 tahun lalu. Pada masyarakan Hindu, menindik telinga bayi (untuk kedua gender) dinamakan sebagai Karnavedha dan dilakukan pada usia 12 hari. Mereka percaya dengan menindik telinga bayi akan memberikan manfaat akupuntur dan menjauhkan si bayi dari roh jahat.
Tradisi menindik telinga juga disebutkan di dalam Alkitab dan pada beberapa masyarakat Kristen pun dipercaya sebagai sebagai simbol keyakinan. Orangtua memiliki pilihan untuk menindik telinga bayinya, apakah untuk meneruskan tradisi budaya ataupun memang bertujuan untuk memberi identifikasi jenis kelamin sang bayi.
HATI-HATI!
Kulit bayi jauh lebih sensitif dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Untuk itu, menindik telinga si kecil memang tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Alan Greene MD FAAP, dokter spesialis anak yang juga merupakan profesor klinis dari Stanford University School of Medicine menyarankan untuk melakukan penindikan saat bayi sudah mendapatkan imunisasi tetanus. Selain itu, karena setiap bayi memiliki daya tahan tubuh yang berbeda, maka reaksi alergi dan resiko infeksi pun perlu dipertimbangkan.
- Infeksi. Menurut Greene, resiko infeksi terjadi apabila peralatan yang digunakan seperti halnya jarum, tidak benar-benar steril. Ini cukup mengkhawatirkan mengingat infeksi yang terjadi pada bayi yang berusia di bawah enam bulan dapat mengakibatkan bayi dirawat di rumah sakit.
- Keloid. Bekas luka yang berbentuk daging timbul ini dapat terjadi pada mereka yang memiliki ‘bakat’ keloid. Bila dalam riwayat keluarga, memiliki bakat mudah tumbuh keloid, sebaiknya hindari menindik si kecil dalam usia yang sangat muda.
- Cedera. Ini bisa terjadi justru ketika anting telah menempel pada lubang tindikan. Tangan si kecil kadang menarik-narik anting tersebut sehingga mengakibatkan tindikan menjadi luka kembali ataupun robek. Untuk menghindarinya, bisa diberikan plester pada lubang tindikan yang tergolong masih baru.
- Penempatan yang salah. Tindikan akan dibawa sampai dewasa. Untuk itu pastikan lubang tindikan berada pada area yang tepat. Memastikannya tentunya pilih mereka yang memiliki spesialisasi dalam menindik telinga anak (pediatric piercing).
- Tersedak. Sejauh ini, resiko yang sangat serius adalah bila anak tersedak karena anting-antingnya. Anting-anting yang tidak melekat dengan benar dan copot, dapat saja tertelan secara tidak sengaja oleh si kecil.
JIKA BERNIAT MENINDIKNYASaat niat sudah bulat ingin menindik si kecil, sebaiknya juga jangan gegabah melakukannya. Menurut Greene dan Meredith Johnston, seorang praktisi pediatric piercing, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
- Terpercaya. Pilih tempat menindik yang bersih dan terpercaya, seperti melakukannya di rumah sakit. Di rumah sakit, penindikan telinga bayi dilakukan oleh perawat, tentunya dengan alat yang steril dan teknik yang benar. Perawat akan menggunakan sarung tangan serta antiseptik pada daerah yang ditindik.
- Material anting-anting. “Kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga material
anting-anting harus benar-benar diperhatikan. Emas ataupun stainless steel bisa menjadi pilihan tepat,” ujar dr. Greene.
- Khusus untuk bayi. Pilih anting-anting yang memang khusus didesain untuk bayi, sehingga tidak memberatkan ataupun membuatnya rawan cedera. “Bila ditembak, maka anting akan langsung melekat. Sedangkan bila dilubangi, maka sebaiknya pilih anting emas berbentuk bulat kecil yang mudah dibengkokkan dan pas dengan cuping telinganya,” papar Johnston.
- Perawatan. Biarkan anting melekat pada tindikannya selama 4-6 minggu dan pastikan daerah tersebut bersih bagian depan dan belakangnya. Ikuti petunjuk perawatan yang dianjurkan dari dokter ataupun perawat yang menindiknya.
- Periksa. “Bila bekas tindikan lembap berwarna kemerahan dan terasa sakit, waspadalah atas terjadinya infeksi. Apalagi bila diikuti dengan demam,” tambah dokter yang merupakan juga salah satu dari jajaran penasehat di Healthy Child Healthy World ini.
JIKA ALERGITingkat sensitivitas kulit bayi pun berbeda satu dengan lainnya. Jika setelah ditindik telinga si kecil bereaksi, entah itu terasa gatal ataupun berwarna ruam kemerahan, sebaiknya copot dulu anting tersebut. Selain alergi karena material yang digunakan sebagai anting, bisa juga terjadi infeksi karena tangan mungilnya yang seringkali menyentuh daerah yang baru ditindik tersebut. Jagalah selalu kebersihan daerah tindikan sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh dokter dan lakukan pengecekan 3-4 kali dalam sehari.