Cetak Artikel Ini  
Parenting Today - Get Closer
Ikut Family Classes, Yuk!

Cobalah sesekali menjadi murid di kelas, bareng-bareng anak kita. Ada banyak manfaat yang bisa didapat dari sana.

Wawan, seorang karyawan di perusahaan Jepang, empat bulan lagi akan ditempatkan di Jepang selama 3 tahun berkat prestasinya yang luar biasa. Ia diperkenankan memboyong keluarganya.

Tak ingin istri dan kedua anaknya gagap bahasa dan budaya Jepang, sementara dirinya tak punya waktu untuk mengajari mereka, setiap akhir pekan Wawan mendatangkan guru ke rumah, khusus untuk mengajarkan keluarganya berbahasa Jepang. Sesekali Wawan mengundang teman yang mahir seni origami untuk mengajarkan dirinya dan keluarganya cara melipat-lipat kertas menjadi macam-macam bentuk. Kadang ia meminta teman yang lain datang mengajarkan istri dan anak

perempuannya ikebana, seni merangkai bunga Jepang. Kali lain, Wawan mengundang teman yang lain lagi untuk mengajarkan dirinya sekeluarga upacara minum teh ala Jepang. Walhasil tiap akhir pekan selalu ada semacam family classes di rumah Wawan. Dan hasilnya sungguh menggembirakan. Wawan melihat keluarganya tak sekedar menjadi lebih paham bahasa dan budaya Jepang. Ia merasa keluarganya menjadi lebih dekat satu sama lain dan lebih kooperatif.  

Belajar Bareng 
Apa yang dilakukan Wawan – menyelenggarakan family classes, yaitu kursus yang melibatkan seluruh keluarga dalam satu kegiatan -- sederhananya adalah menciptakan kesempatan belajar bareng sekeluarga. Bagi sebagian keluarga, belajar bareng sekeluarga bukan hal baru. Dulu, kita mungkin pernah merasakan belajar bahasa Inggris bersama kakak, adik dan orang tua, dengan jalan menyaksikan tayangan pelajaran bahasa Inggris di televisi. Sebagian dari kita mungkin sempat mengalami belajar mengaji bersama-sama kakak-adik kita di bawah bimbingan ibu. Mungkin ada juga yang pernah diceburkan ke kolam bersama kakak-adik untuk dilatih berenang oleh ayah.

Akan tetapi, pada keluarga yang ayah-ibunya sangat sibuk, belajar bareng bisa jadi sesuatu yang langka. Untuk keluarga seperti ini, ikut family classes lebih terasa manfaatnya. 

Sama-sama Jadi Murid
Ada banyak keterampilan yang bisa dipelajari satu keluarga bersama-sama: memasak, main basket, melukis, menyanyi, bermusik, membuat keramik, outbound, melukis, dan banyak lagi. Jika sulit menemukan penyelenggara family classes di luar rumah, buatlah sendiri di rumah. Caranya, pilih satu keterampilan yang diminati seluruh keluarga, sepakati waktu, datangkan guru atau instruktur ke rumah. 

Family classes harus fun bagi anak maupun orang tua. Maka di dalamnya anak dan orang tua harus diberi kesempatan bermain bersama. Anak senang bermain bersama orang tuanya, karena saat bermain anak bisa belajar hal-hal baru bersama orang yang paling mereka sayangi, dalam suasana gembira pula. Orang tua pun umumnya senang bermain dengan anak untuk refreshing. Apalagi, sambil bermain orang tua juga bisa mengamati watak dan minat anak. Untuk bisa mengamati watak dan minat anak, orang tua perlu mencurahkan kesadaran secara penuh saat bermain dengan anak. Demikian menurut ahli pendidikan Dr. Caron Goode, dalam bukunya Optimizing Your Child"s Talent.

Selain bisa bersenang-senang bersama, dalam family classes  orang tua dan anak akan sama-sama merasakan situasi di luar kebiasaan: belajar di kelas yang sama, mempelajari pelajaran yang sama, dibimbing guru yang sama, bahkan menyelesaikan PR bersama. Situasi semacam berbeda dengan situasi sehari-hari, di mana orang tua nyaris selalu memainkan peranan sebagai pihak yang membimbing, mengajarkan ini-itu kepada anak, menyuruh anak melakukan ini-itu. Termasuk membuat PR.

Selama mengikuti family classes, anak juga akan melihat bagaimana orang tuanya patuh pada arahan instruktur atau pelatih di kelas. Anak akan belajar bagaimana ayah ibunya serius berlatih untuk mencapai tujuan, namun tetap dalam suasana penuh keriangan. Jika ada tugas-tugas di luar kelas, anak juga bisa belajar berdisiplin dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas, seperti yang dicontohkan orang tua.

Sebagai sesama "murid", orang tua tidak perlu menguatirkan perbedaan tingkat pengetahuan, pengalaman dan keterampilan di antara mereka dengan anak. Justru, perbedaan tersebut bisa menciptakan power of partnership, seperti yang dicetuskan Dr. Sean Gadman, ahli perilaku organisasi. Dalam bukunya Power Partnering, Dr. Gadman mengatakan bahwa kemitraan yang kuat justru terjadi karena adanya keberagaman (diversity) yang memperkaya proses kreatif. Yang penting, semua orang (dalam konteks ini orang tua dan anak. Red.) sama-sama tahu tujuan yang ingin dicapai.

Ciptakan Bonding
Dr. Valentine Dmitriev, seorang ahli dalam pendidikan anak usia dini, dalam bukunya Smart Baby, Clever Child mengatakan, bonding adalah keterkaitan timbal balik antara orang tua dan anak, yang timbul sebagai akibat kontak fisik. Bermain dan belajar bersama dalam family classes akan menciptakan interaksi fisik antara orang tua dengan anak. Interaksi atau kontak fisik inilah yang akan menciptakan bonding.

Seberapa pentingkah bonding? Amat penting. Jika Anda kenal orang yang jarang sekali berinteraksi dengan anaknya, lalu orang itu mengeluh: “Omongan saya tidak pernah didengar anak!”, maka hal itu sebenarnya mencerminkan lemahnya bonding di antara orang itu dengan anaknya. Anak-anak yang dekat dengan orang tuanya relatif lebih mudah menerima nilai-nilai dan aturan-aturan dari orang tuanya. Anak-anak ini juga kelak lebih mudah dibimbing dalam menetapkan tujuan hidup.

Jika Anda merasa kurang berinteraksi fisik dengan anak, segeralah agendakan family classes di akhir pekan. Rasakanlah manfaatnya. PG  

  1. Jika di kota Anda belum ada family classes atau kursus-kursus kegiatan yang dapat melibatkan seluruh anggota keluarga, ajak keluarga lain yang punya gagasan sama soal family classes.
  2. Pilih materi kursus yang disukai anak-anak, yang menambah pengetahuan atau ketrampilan.
  3. Usahakan seluruh anggota bisa terlibat penuh.
  4. Pertahankan suasana fun selama family classes berlangsung. PG

Disclaimers:
Opinion expressed by author and advertisers are not necessarily those of the editor and publisher. While every case has been taken in the compilation of materials in this site, Nasyith Majidi, the editor and publisher of this site accepts no responsibility for any errors or omissions therein. Readers are advised to consult their medical practitioners for advice on any health and parenting problems.

 
Edisi September 2010
 
PILIH EDISI
-  
 
X-Poll
poll
Apa kendala terberat Anda menjelang lebaran tahun ini?
 Asisten Rumah Tangga pulang kampung
 Biaya mudik membengkak
 Pekerjaan kantor menumpuk
 Liburan yang pendek

Lihat Hasil
Vote